Berita

Menata aksara di Tanah Marapu, Pulau Sumba, adalah langkah penting untuk meningkatkan literasi anak-anak di Nusa Tenggara Timur. Melalui program membaca berimbang yang didukung oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), kemampuan membaca siswa kelas 1-3 di Sumba Barat, Tengah, dan Timur meningkat signifikan. Tantangan literasi di Sumba masih besar, namun dengan pelatihan guru dan pendampingan intensif, generasi pembaca hebat mulai tumbuh. Yuk, dukung gerakan literasi di Sumba agar anak-anak Indonesia semakin cerdas dan siap menghadapi masa depan!
Pelatihan literasi di Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip berhasil menginspirasi guru, orang tua, dan pustakawan dalam menumbuhkan kebiasaan membaca nyaring sejak dini. Selama tiga hari, 150 peserta belajar teknik membaca nyaring yang interaktif dan menyenangkan, serta cara menciptakan sudut baca nyaman di perpustakaan sekolah. Program ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Tabanan dan menginspirasi daerah lain di Indonesia. Dukungan dari guru, orang tua, pustakawan, dan pemerintah daerah sangat krusial untuk menciptakan generasi pembaca cerdas dan kreatif.
Perpustakaan ramah anak di sekolah kecil. Ternyata sekolah kecil dengan jumlah murid yang kecil juga bisa mempunyai perpustakaan ramah anak.
Loading

Artikel

Loading