Berita Yayasan Literasi Anak Indonesia

Aku Juga Ingin Bisa

Ibu Magdalena Duka adalah guru kelas 3 SDK Waimamongu Sumba Tengah. Lazim disapa Mama Mada, ia memiliki satu tekad kuat sebagai seorang pendidik. Tekad sederhana itu adalah ia ingin mengajar dengan baik. Terdengar sederhana, namun hal ini yang terus mendorongnya untuk mau belajar belajar hal-hal baru dalam pengajaran. Secara mandiri, ia belajar tentang berbagai kegiatan dalam program membaca berimbang. Ia ingin sekali untuk mengetahui bagaimana mengajarkan foniku, mengelola lingkungan kelas literat, membaca interaktif, dan membaca terbimbing.

Mama Mada mengisahkan bahwa saat kunjungan Field Officer YLAI dan FASDA ke sekolah untuk melakukan monitoring di kelas 3, ia belum bisa menerapkan kegiatan membaca berimbang. Saat pelatihan, hanya ada dua guru yang mengikuti pelatihan karena guru kelas 3 belum ada. Mama Mada yang seharusnya mengajar di kelas tinggi kemudian mendapat tugas rangkap untuk mengajar di kelas 3. Kondisi kekurangan guru adalah hal yang umum di Sumba dan daerah lain di Nusa Tenggara Timur.

Mama Mada diminta untuk mendampingi namun sedikit berkeberatan karena  selain sebagai guru kelas  tinggi, ia juga belum mendapat pembekalan.  Singkat kata, ia terdorong untuk bisa mendapingi siswa kelas 3. Melalui guru wali kelas 2 yang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya, ia meminta dilakukan demonstasi pembelajaran kegiatan membaca. Ia mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama guru kelas 2. Saat pembelajaran di kelas 2, ia juga terlibat untuk mengobservasi pembelajaran dari belakang para siswa.

Setelah melewati diskusi dan observasi kelas, ia termotivasi untuk mulai melakukan sendiri.  Kini, anak-anak kelas 3 juga mendapatkan pendekatan kegiatan membaca berimbang. Mama Mada terus ingin bisa mengajar dengan baik.  Seusai anak-anak pulang sekolah, ia menyempatkan diri untuk belajar dan belajar lagi.

Ibu yang ramah itu  mengatakan bahwa  ia mau belajar lagi agar ia dapat memperkaya metode mengajar yang lebih baik dan menyenangkan. Ia menyadari bahwa beberapa anak kelas 3 masih perlu pendampingan intensif untuk bisa lancar membaca dan mampu memahami isi bacaan yang dibaca.

Baginya, kegiatan fonik, membaca interaktif dan membaca terbimbing sangat menyenangkan.  Jika teman-teman sejawatnya bisa mempunyai keterampilan dalam pembelajarn literasi, ia juga senang saat memiliki hal yang sama. Melalui proses belajar yang konsisten, kini ia menjadi salah satu guru andalan yang berhasil mendidik murid-murid kelas III SDK Waimamongu untuk memahami literasi dasar dengan lebih baik dari mengenal huruf, suku kata, kata, kalimat, hingga membaca dengan pemahaman.

Bagikan ke :

Tinggalkan Balasan

{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.singularReviewCountLabel }}
{{ reviewsTotal }}{{ options.labels.pluralReviewCountLabel }}
{{ options.labels.newReviewButton }}
{{ userData.canReview.message }}

Berita Lain