Mulai kecil-kecilan dahulu, lalu kita sebarluaskan. Mulai dari delapan sekolah dahulu, kita pastikan mencapai ratusan.
Ini adalah mimpi bersama yang sedang diperjuangkan bersama antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. Pada tahun 2025, kedua pihak memulai sebuah kolaborasi penting melalui program Perpustakaan Sekolah Ramah Anak di delapan sekolah dasar sebagai proyek percontohan. Harapannya, delapan sekolah ini akan menjadi titik awal dari perjalanan panjang menuju ratusan sekolah yang memiliki perpustakaan ramah anak di tahun-tahun mendatang.




Langkah awal ini dirancang untuk memastikan kualitas sebelum memperluas jangkauan. Di delapan sekolah percontohan, program ini tidak hanya menyediakan fasilitas perpustakaan yang menarik dan ramah anak, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan untuk mengelola perpustakaan dan melaksanakan kegiatan membaca. Delapan sekolah dasar percontohan ini nanti akan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah dasar lain.
Pada tanggal 12 hingga 16 Agustus 2025, delapan sekolah dasar negeri mitra resmi membuka perpustakaan mereka. Pembukaan ini menjadi simbol dimulainya babak baru bagi sekolah-sekolah tersebut, dengan harapan perpustakaan dapat menjadi pusat pengembangan budaya literasi dan tempat anak-anak menjelajahi dunia melalui buku. Serangkaian kegiatan peresmian diisi dengan sesi tur perpustakaan, demo kegiatan membaca dari guru sumber dan dialog interaktif antara sekolah dengan wali murid.




Sekolah-sekolah yang telah meresmikan program Perpustakaan Sekolah Ramah Anak antara lain, SDN 3 Kembang Sari di Kecamatan Selong, SDN 1 Sukamulia dan SDN 2 Sukamulia Timur di Kecamatan Sukamulia, SDN 3 Pengkelak Mas dan SDN 1 Rensing Bat di Kecamatan Sakra Barat, SDN 2 Kalijaga di Kecamatan Aikmel serta SDN 2 Geres dan SDN 4 Labuhan Haji di Kecamatan Labuhan Haji.
Pembukaan perpustakaan di delapan sekolah percontohan ini sejalan dengan misi daerah untuk memajukan budaya literasi. Lombok Timur memiliki visi jangka panjang untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses setara terhadap bahan bacaan berkualitas, sehingga dapat berkembang menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Melalui dukungan penuh pemerintah, rencana perluasan program ke ratusan sekolah dasar diharapkan berjalan bertahap, dengan tetap mempertahankan standar kualitas yang sudah dibangun sejak awal di delapan sekolah percontohan ini.
YLAI, yang telah berpengalaman mengembangkan perpustakaan ramah anak di berbagai daerah di Indonesia, akan terus menjadi mitra strategis dalam program ini. Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan YLAI diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan. Dengan tekad dan kerja sama yang solid, Lombok Timur kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan mimpi besarnya: menjadikan seluruh sekolah dasar memiliki perpustakaan yang benar-benar ramah anak. Perjalanan ini mungkin dimulai dari delapan sekolah, tetapi tujuannya jauh lebih besar — membentuk generasi pembaca dan pembelajar sepanjang hayat.
Program Perpustakaan Sekolah Ramah Anak di Lombok Timur dapat terwujud berkat dukungan penuh dari Room to Read. Melalui kontribusi Room to Read, sekolah-sekolah mitra mendapatkan fasilitas perpustakaan yang layak, koleksi buku berkualitas, dan pendampingan dari YLAI untuk memastikan pemanfaatan optimal perpustakaan ramah anak. Dukungan ini menjadi pondasi kuat bagi keberhasilan program dalam skala yang lebih besar.
Salam literasi! (AL)