{"id":5675,"date":"2019-02-15T17:14:33","date_gmt":"2019-02-15T17:14:33","guid":{"rendered":"https:\/\/literasi.org\/staging\/?post_type=berita&#038;p=5675"},"modified":"2022-12-05T08:38:09","modified_gmt":"2022-12-05T08:38:09","slug":"menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial","status":"publish","type":"berita","link":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/","title":{"rendered":"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"5675\" class=\"elementor elementor-5675\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-3953560 elementor-section-full_width elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"3953560\" data-element_type=\"section\" data-settings=\"{&quot;jet_parallax_layout_list&quot;:[]}\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1ddfb37\" data-id=\"1ddfb37\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b646f26 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b646f26\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.8.0 - 30-10-2022 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#818a91;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#818a91;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p><strong>Tahun 2017 lalu, YLAI kembali bekerja bersama Ibu Debby Lukito Goeyardi dalam proyek ketiga pengembangan buku bersama Room To Read. Berbekal keinginan untuk mengangkat cerita rakyat menjadi sesuatu yang menarik serta mudah dipahami oleh para pembaca pemula, Ibu Debby memilih karakter Gatotkaca yang memiliki julukan \u2018otot kawat tulang besi ini\u2019 untuk diadaptasikan menjadi sebuah cerita baru. Mari simak perjalanan Ibu Debby dan buku barunya \u201cRumah Burung Gatotkaca\u201d yang diilustrasi oleh Zakiyah Sholihah ini!<\/strong><\/p><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5680 alignleft\" src=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601-300x287.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"287\" srcset=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601-300x287.jpg 300w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601-768x735.jpg 768w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601.jpg 940w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Mengadaptasi cerita rakyat dengan tokoh yang sudah ada serta memiliki karakter yang kuat tentu bukanlah hal yang mudah. Saya harus melakukan berbagai riset, bahkan berdiskusi dengan Dr. Rusdian Lubis yang merupakan penggemar berat cerita Mahabharata dan Ramayana serta wayang. Setelah mendapatkan data tentang karakter Gatotkaca, muncullah permasalahan lain: bagaimana saya mengadaptasikan tokoh terkenal ini dalam latar yang tidak kuno dan bagaimana saya menokohkan karakternya dalam usia pembaca. Cerita Gatotkaca ini menjalani proses revisi hingga tujuh kali! Utamanya pada perubahan jalan cerita yang harus terasa masuk akal bagi pembaca dengan mengeksplorasi kekuatan \u2019superhero\u2019 yang dimiliki oleh sang tokoh. Singkat cerita, akhirnya buku \u201dRumah Burung Gatotkaca\u201d terbit juga. Segala capek, jengkel dan kebingungan yang saya alami selama proses revisi sirna sudah! Gambaran sang Gatotkaca kecil pun sudah mirip dengan bayangan saya.<\/p><section class=\"content-section full-width with-col cover rella-no-padding rella-no-margin content-section-635eb05359a1b\"><div class=\"row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column col-md-6\"><div class=\"section-text text-block \"><p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5682 alignright\" src=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2.-Sayap-Gatotkaca-dari-kardus-e1669184478704-240x300.jpg\" alt=\"\" width=\"240\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2.-Sayap-Gatotkaca-dari-kardus-e1669184478704-240x300.jpg 240w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2.-Sayap-Gatotkaca-dari-kardus-e1669184478704.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 240px) 100vw, 240px\" \/>Sebagai seorang penulis sekaligus Penggiat Literasi, saya pun mulai membawakan buku baru saya ini di beberapa acara. Kesempatan pertama adalah di Sekolah Tiara Nirwana Denpasar. Saya mendapat ide untuk membuat sayap Gatotkaca dari kardus yang disemprot dengan cat keemasan. Tak begitu bagus, tapi saya menggunakannya sebagai media cerita. Saya juga mencetak pola mahkota yang saya beri istilah \u2019Mahkota Superhero ala Gatotkaca\u2019 untuk dibuat oleh anak-anak di akhir acara. Yang mengejutkan, anak-anak milenial ini ternyata tahu Gatotkaca! Saat saya tanya dari mana mereka tahu, mereka menjawab serempak: \u201dDari game Mobile Legend!\u201d. Miris? Ya! Tapi hal tersebut malah memacu saya untuk semakin mengenalkan tokoh Gatotkaca yang sebenarnya pada anak-anak jaman sekarang.<\/p><p>Namun, saya merasa masih ada yang kurang. Saya ingin anak-anak mendapatkan gambaran yang jelas tentang Gatotkaca. Apalagi saya mendapat bantuan dari British Council United Kingdom untuk mengadakan lokakarya dengan anak-anak di London dan Norwich pada bulan Maret nanti berdasar pada buku ini. Akhirnya, muncullah ide untuk memiliki kostum lengkap Gatotkaca yang asli. Perburuan pun dimulai! Setelah bertanya ke sana kemari, saya mendapat info tentang pengrajin busana tari dan wayang orang di pengrajin GIMO Solo. Kostum itu pun tiba di Bali, lengkap dengan keris dan kumis khas Gatotkaca! Pengerjaan kostumnya detail dan rapi sekali dengan ukiran warna-warni pada sayap yang terbuat dari kulit sapi. Salut!<\/p><\/div><\/div><\/div><\/section><section class=\"content-section full-width with-col cover rella-no-padding rella-no-margin content-section-635eb0535a115\"><div class=\"row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column col-md-12\"><div class=\"section-text text-block \"><p>Kemudian, saya mendapat kesempatan lain di PKBM Dharma Wangsa pimpinan ibu Agung Dharmayanti. Di sini, kostum Gatotkaca dikenakan pertama kalinya oleh salah seorang siswa yang mendapat tepuk tangan meriah saat muncul di hadapan teman-temannya sebagai Gatotkaca. Saya juga menjelaskan setiap detail kostum tersebut, seperti baju Gatotkaca disebut dengan \u2019Antakusuma\u2019, mahkota Gatotkaca disebut dengan \u2019Caping Basunanda\u2019 dan seterusnya. Saya juga menjelaskan tentang ayah dan ibu dari Gatotkaca, apa kekuatan yang dimilikinya dan sebagainya. Setelah acara selesai, saya mendapat pesan dari ibu Agung Dharmayanti tentang bagaimana anak-anak di sana masih terus menceritakan tentang sosok Gatotkaca, yang membuat saya merasa tersanjung. Semoga ini adalah awal agar anak-anak memiliki keinginan untuk membaca kisah Gatotkaca yang sebenarnya dari kitab Mahabharata. Kemudian, tak hanya di Bali, Gatotkaca juga \u2018terbang\u2019 hingga Bogor dan berkesempatan bertemu dengan 60 anak penderita Thalassemia di RS PMI Bogor.<\/p><\/div><\/div><\/div><\/section>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-97639b1 gallery-spacing-custom elementor-widget elementor-widget-image-gallery\" data-id=\"97639b1\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image-gallery.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.8.0 - 30-10-2022 *\/\n.elementor-image-gallery .gallery-item{display:inline-block;text-align:center;vertical-align:top;width:100%;max-width:100%;margin:0 auto}.elementor-image-gallery .gallery-item img{margin:0 auto}.elementor-image-gallery .gallery-item .gallery-caption{margin:0}.elementor-image-gallery figure img{display:block}.elementor-image-gallery figure figcaption{width:100%}.gallery-spacing-custom .elementor-image-gallery .gallery-icon{padding:0}@media (min-width:768px){.elementor-image-gallery .gallery-columns-2 .gallery-item{max-width:50%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-3 .gallery-item{max-width:33.33%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-4 .gallery-item{max-width:25%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-5 .gallery-item{max-width:20%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-6 .gallery-item{max-width:16.666%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-7 .gallery-item{max-width:14.28%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-8 .gallery-item{max-width:12.5%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-9 .gallery-item{max-width:11.11%}.elementor-image-gallery .gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:10%}}@media (min-width:480px) and (max-width:767px){.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-2 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-3 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-4 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-5 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-6 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-7 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-8 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-9 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:50%}}@media (max-width:479px){.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-2 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-3 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-4 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-5 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-6 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-7 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-8 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-9 .gallery-item,.elementor-image-gallery .gallery.gallery-columns-10 .gallery-item{max-width:100%}}<\/style>\t\t<div class=\"elementor-image-gallery\">\n\t\t\t<div id='gallery-1' class='gallery galleryid-5675 gallery-columns-3 gallery-size-medium_large'><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a data-elementor-open-lightbox=\"yes\" data-elementor-lightbox-slideshow=\"97639b1\" data-elementor-lightbox-title=\"3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa\" e-action-hash=\"#elementor-action%3Aaction%3Dlightbox%26settings%3DeyJpZCI6NTY4NCwidXJsIjoiaHR0cHM6XC9cL2xpdGVyYXNpLm9yZ1wvc3RhZ2luZ1wvd3AtY29udGVudFwvdXBsb2Fkc1wvMjAyMlwvMTBcLzMuLUtvc3R1bS1iYXJ1LUdhdG90a2FjYS1kaS1QS0JNLURhcm1hd2FuZ3NhLmpwZyIsInNsaWRlc2hvdyI6Ijk3NjM5YjEifQ%3D%3D\" href='https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa.jpg'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"432\" src=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa-768x432.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa-768x432.jpg 768w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa-300x169.jpg 300w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3.-Kostum-baru-Gatotkaca-di-PKBM-Darmawangsa.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a data-elementor-open-lightbox=\"yes\" data-elementor-lightbox-slideshow=\"97639b1\" data-elementor-lightbox-title=\"4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca\" e-action-hash=\"#elementor-action%3Aaction%3Dlightbox%26settings%3DeyJpZCI6NTY3OCwidXJsIjoiaHR0cHM6XC9cL2xpdGVyYXNpLm9yZ1wvc3RhZ2luZ1wvd3AtY29udGVudFwvdXBsb2Fkc1wvMjAyMlwvMTBcLzQuLU1lbWJ1YXQtbWFoa290YS1HYXRvdGthY2EuanBnIiwic2xpZGVzaG93IjoiOTc2MzliMSJ9\" href='https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca.jpg'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"432\" src=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca-768x432.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca-768x432.jpg 768w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca-300x169.jpg 300w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4.-Membuat-mahkota-Gatotkaca.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a data-elementor-open-lightbox=\"yes\" data-elementor-lightbox-slideshow=\"97639b1\" data-elementor-lightbox-title=\"5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor\" e-action-hash=\"#elementor-action%3Aaction%3Dlightbox%26settings%3DeyJpZCI6NTY3NiwidXJsIjoiaHR0cHM6XC9cL2xpdGVyYXNpLm9yZ1wvc3RhZ2luZ1wvd3AtY29udGVudFwvdXBsb2Fkc1wvMjAyMlwvMTBcLzUuLUdhdG90a2FjYS1iZXJha3NpLWRpLVJTLVBNSS1CT2dvci5qcGciLCJzbGlkZXNob3ciOiI5NzYzOWIxIn0%3D\" href='https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor.jpg'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"432\" src=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor-768x432.jpg\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor-768x432.jpg 768w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor-300x169.jpg 300w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5.-Gatotkaca-beraksi-di-RS-PMI-BOgor.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure>\n\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-978580a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"978580a\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"section-text text-block \"><p>Saya percaya, sudah saatnya para penulis untuk menggali cerita rakyat dalam kemasan yang seru dan mampu diterima oleh anak-anak jaman sekarang. Semoga perjalanan si Gatotkaca kecil yang saya tulis ini tak sampai di sini saja dan nantinya akan ada kisah-kisah yang lain yang mampu saya tuangkan untuk mengenalkan tokoh hebat Gatotkaca kebanggaan kita pada para pembaca pemula. Terima kasih banyak untuk Yayasan Literasi Anak Indonesia, Room to Read serta Provisi Education yang sudah memberi saya kesempatan untuk mengeksplor tokoh Gatotkaca yang unik ini<\/p><\/div>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","kategori":[18,36],"program-name":[],"location":[15],"class_list":["post-5675","berita","type-berita","status-publish","hentry","kategori-buku-sumber-penunjang","kategori-featured","location-denpasar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahun 2017 lalu, YLAI kembali bekerja bersama Ibu Debby Lukito Goeyardi dalam proyek ketiga pengembangan buku bersama Room To Read. Berbekal keinginan untuk mengangkat cerita rakyat menjadi sesuatu yang menarik serta mudah dipahami oleh para pembaca pemula, Ibu Debby memilih karakter Gatotkaca yang memiliki julukan \u2018otot kawat tulang besi ini\u2019 untuk diadaptasikan menjadi sebuah cerita [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Literasi Anak Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-05T08:38:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601-300x287.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/\",\"url\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/\",\"name\":\"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-02-15T17:14:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-05T08:38:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Berita\",\"item\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#website\",\"url\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/\",\"name\":\"Yayasan Literasi Anak Indonesia\",\"description\":\"Just another WordPress site\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#organization\",\"name\":\"Yayasan Literasi Anak Indonesia\",\"url\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/logo-YLAI.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/logo-YLAI.png\",\"width\":500,\"height\":516,\"caption\":\"Yayasan Literasi Anak Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/literasi.org\/staging\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia","og_description":"Tahun 2017 lalu, YLAI kembali bekerja bersama Ibu Debby Lukito Goeyardi dalam proyek ketiga pengembangan buku bersama Room To Read. Berbekal keinginan untuk mengangkat cerita rakyat menjadi sesuatu yang menarik serta mudah dipahami oleh para pembaca pemula, Ibu Debby memilih karakter Gatotkaca yang memiliki julukan \u2018otot kawat tulang besi ini\u2019 untuk diadaptasikan menjadi sebuah cerita [&hellip;]","og_url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/","og_site_name":"Yayasan Literasi Anak Indonesia","article_modified_time":"2022-12-05T08:38:09+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1.-Debby-Lukito-Goeyardi-dan-Rumah-Burung-Gatotkaca-e1669184412601-300x287.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/","url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/","name":"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial - Yayasan Literasi Anak Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#website"},"datePublished":"2019-02-15T17:14:33+00:00","dateModified":"2022-12-05T08:38:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/menghadirkan-gatotkaca-di-era-millenial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Berita","item":"https:\/\/literasi.org\/staging\/berita\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menghadirkan Gatotkaca di Era Millenial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#website","url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/","name":"Yayasan Literasi Anak Indonesia","description":"Just another WordPress site","publisher":{"@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/literasi.org\/staging\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#organization","name":"Yayasan Literasi Anak Indonesia","url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/logo-YLAI.png","contentUrl":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/logo-YLAI.png","width":500,"height":516,"caption":"Yayasan Literasi Anak Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/literasi.org\/staging\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/berita\/5675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/berita"}],"about":[{"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/berita"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5675"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/berita\/5675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8874,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/berita\/5675\/revisions\/8874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"kategori","embeddable":true,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/kategori?post=5675"},{"taxonomy":"program-name","embeddable":true,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/program-name?post=5675"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/literasi.org\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=5675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}