Tim Pendukung

Home / Tim  / Tim Pendukung

PENULIS


Ayu Sugati

Ayu Sugati adalah Kepala Sekolah SD dan dia ingin mendalami minatnya menulis untuk anak-anak. Kesempatan itu datang ketika dia mengikuti lokakarya penulis yang diadakan oleh Room to Read. Hasilnya adalah karya pertamanya, Raka Bangga, sebuah kisah yang menggambarkan kehidupan anak-anak di desa pesisir tempat kelahirannya di Bali.

Pada tahun 2017, Ayu mengembangkan satu buah buku berjenjang untuk program UNICEF: “Reviving the Reading Culture” di Papua.

Nyoman Sri Utami

Nyoman Sri Utami adalah guru sekolah dasar yang sangat peduli akan kondisi perkembangan literasi siswa kelas awal. Bersama YLAI dia telah mengembangkan paket buku bacaan berjenjang. Dia telah menyusun 68 dari 75 judul buku bacaan berjenjang dan menyusun  buku panduan guru untuk paket tersebut.

Selama tahun 2014-2015, Utami mendedikasikan waktunya untuk YLAI sebagai editor dalam pengembangan 6 buku cerita bergambar untuk program akselerasi Room to Read. Kemudian pada tahun 2017, ia juga mengembangkan buku bacaan berjenjang untuk program UNICEF: “Reviving the Reading Culture” di Papua.

Aini Abdul

Aini Abdul adalah penggagas program Ransel Buku untuk mempromosikan lingkungan dan pendidikan kesehatan. Dia mengajarkan membaca kepada anak-anak di desa-desa dekat sungai Rungan dan Kahayan, Kalimantan. Dia suka menulis dan ingin menulis sebuah buku tentang anak-anak desa di Kalimantan suatu hari nanti.


Kusumadewi Yuliani

Kusumadewi Yuliani adalah seorang guru sekolah dasar dan penulis. Ia telah menulis beberapa cerita untuk Yayasan Literasi Anak Indonesia. Ia juga memenangkan penghargaan utama dari Samsung Kids Time Authors’ Award 2016 untuk karyanya dalam program Room to Read AcceleratorTM 2015 yang berjudul Lautkah Ini?.

Pada tahun 2017, buku cerita bergambar keduanya Buah Apa, Ya? dipublikasikan melalui program akselerasi Room to Read.

Erni Hastuti

Erni Hastuti adalah seorang guru sekolah dasar dan mencintai membaca sejak kecil. Setelah mengikuti lokakarya penulis yang diadakan oleh Room to Read, dia menulis buku cerita bergambarnya yang pertama, Poni Jangan Lari. Erni berharap bahwa pembaca akan menikmati petualangan dalam buku cerita ini.

Debby Lukito Goeyardi

Debby Lukito Goeyardi adalah penulis buku anak dan remaja. Salah satu karyanya adalah Waktunya Cepuk Terbang yang diterbitkan melalui program Room to Read AcceleratorTM 2015 dan meraih juara kedua dalam ajang Samsung KidsTime Authors’ Award 2016 di Singapura. Finalis Hidden Eco Hero 2015 dari Tunza Eco-Generation & UNEP ini memiliki harapan untuk menjadi penggiat literasi.

Debby baru saja menerima beasiswa untuk Residensi Penulis 2017 di Inggris dari Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Fransisca Emilia

Fransisca Emilia gemar menikmati alam dan mengunjungi desa. Emil membagi pengalamannya kepada anak-anak melalui cerpen dan artikel. Karya-karyanya yang sebagian besar bertema lingkungan dan kebudayaan telah dimuat di berbagai media nasional. Melalui buku pertamanya yang disusun bersama YLAI, Di Mana Adik?, Emil berharap anak-anak lebih mengenal dan mencintai kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.

Widya Ross

Widya Ross mulai menulis buku anak sejak tahun 2010 dan lima buah karyanya sudah diterbitkan. Widya juga bekerja sama dengan Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat buku anak tentang pengenalan budaya Indonesia. Dia berharap kisah Hari yang Melelahkan bisa menghibur dan membuat anak-anak menjadi ceria.

Lusia Setyawati

Lusia Setyawati adalah seorang guru sekolah dasar. Lusia telah menulis dua judul buku bacaan berjenjang bersama YLAI, yaitu Hadiah untuk Kakek dan Sumber Energi di Mana-mana. Lusia percaya bahwa tersedianya bacaan yang menarik adalah kunci kecintaan pada literasi.


Ni Putu Hindira

Ni Putu Hindira Laxmi adalah seorang guru sekolah dasar. Hindira telah menulis dua judul buku bacaan berjenjang bersama YLAI, yaitu Baju Baru Yohana dan Banyak Energi di Rumah DebiMoto Hindira adalah terus menulis, pantang menyerah!


ILUSTRATOR


Diani Apsari

Diani Apsari telah membuat ilustrasi untuk cerita pendek, novel, dan buku cerita anak-anak. Dia telah menyelesaikan gelar master untuk jurusan Desain di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung. Diani melahirkan bayi laki-laki ketika dia tengah menyelesaikan ilustrasi Raka Bangga. Dia suka membacakan cerita untuk Bara, anaknya. Dia berharap bahwa Bara akan mengembangkan kebiasaan membacanya hingga dewasa.

Chike Tania

Chike Tania adalah ilustrator muda berbakat dan baru lulus dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia suka menggambar karakter raksasa sehingga dia bersemangat untuk membuat ilustrasi untuk kisah Jana Tak Mau Tidur.

Chike juga ikut mendukung YLAI sebagai designer dalam proyek pengembangan buku cerita bergambar bersama Room to Read untuk siklus pertama di fase yang kedua (2016-2017).

Fanny Santoso

Fanny Santoso, yang juga dikenal dengan nama penanya Studio ARA, telah menghasilkan banyak ilustrasi untuk majalah dan buku cerita anak. Lahir di Bandung pada tahun 1985, dia lulus dari Institut Teknologi Bandung dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia mengembangkan kegemarannya menggambar sejak kecil dan mulai membuat ilustrasi untuk buku cerita anak pada tahun 2007 .

Fanny akan ikut mendukung YLAI sebagai designer dalam proyek pengembangan buku cerita bergambar di bawah program akselerasi Room to Read untuk siklus kedua di fase yang kedua (2017-2018).


Anna Triana

Anna Triana mengembangkan minatnya dalam menggambar buku anak-anak saat belajar di Institut Teknologi Bandung, jurusan Desain Komunikasi Visual. Dalam proyek akhirnya di ITB, dia mengembangkan sebuah teknik ilustrasi yang terinspirasi oleh batik Indonesia. Anna menggunakan teknik ini dalam membuat ilustrasi untuk cerita Lautkah Ini?.

Endah Pamulatsih

Endah Pamulatsih lulus dari Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia memulainya dengan mendesain banyak sampul buku untuk beberapa penerbit. Kini Endah telah membuat ilustrasi untuk beberapa judul buku cerita bergambar untuk anak

Rizqia Sadida

Rizqia Sadida atau lebih akrab dipanggil Dida adalah ilustrator kelahiran 1993. Ia jatuh cinta pada kedalaman makna pada buku cerita anak dan terus belajar agar ilustrasi yang dibuatnya bermanfaat bagi banyak orang. Melalui buku Buah Apa, Ya? ia berharap ilustrasinya dapat membuat kegiatan membaca semakin menyenangkan.


Vincentia Valentine Pascadian

Vincentia Valentine Pascadian adalah ilustrator lepas lulusan Institut Teknologi Bandung. Ia membuat motif dan desain karakter untuk ragam cerita dan video game. Ia sangat menyukai buku-buku cerita anak karena mengajarkan banyak hal dengan lugu. Ia berharap dapat lebih banyak membuat ilustrasi yang menginspirasi banyak orang.

Vania Rizky Santoso

Vannia Rizky Santoso lulus dari Institut Teknologi Bandung dengan gelar di bidang Desain Komunikasi Visual. Dia menekuni kegemarannya menggambar dan mulai mengembangkan paper cutting di bangku kuliah. Vannia berharap lewat ilustrasinya pembaca dapat menikmati buku Hari yang Melelahkan.

Alvinxki

Alvinxki mulai memusatkan karirnya di bidang ilustrasi pada awal 2015 dan telah mengilustrasikan beberapa buku cerita anak serta sampul novel. Ia sangat menyukai dunia ilustrasi terutama ilustrasi buku anak karena menurutnya ilustrasi jenis ini memiliki kebebasan yang tidak terbatas dari segi ide, gaya, maupun media. Selain berkecimpung di dunia ilustrasi, Alvin juga seorang desainer grafis dan animator.


I Ketut Jaya

Lahir dan tumbuh di desa Budakeling yang memiliki tradisi Bali yang sangat kental. Karya seninya terpengaruh berbagai ritual keagamaan, simbol, persembahan, serta figure-figur dari mitos. Ia telah mengilustrasi 3 judul buku bacaan berjenjang YLAI.

I Nyoman Alit Suparta

I Nyoman Alit Suparta adalah Seniman dari Klungkung. Alit mengajar seni lukis di beberapa sekolah sejak 2005. Alit telah mengilustrasi 7 judul buku bacaan berjenjang YLAI. 

Rizki Raindriati

Rizki Raindriati atau lebih dikenal dengan nama penanya Kiki Raihan adalah seorang guru seni rupa. Ia menyukai menulis, menggambar, dan melukis. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini telah mengilustrasi 4 judul buku bacaan berjenjang YLAI.


Jackson

Jackson adalah ilustrator lepas dan memiliki gelar dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Dia mengikuti lokakarya ilstrato Roon to Read dan saat ini memfokuskan diri membuat ilustrasi untuk buku buku anak. Baginya, cerita dan iustrasi pada setiap halaman merupakan ajakan bagi pembaca untuk menjelajahi dunia. Waktunya Cepuk Terbang adalah buku Jackson kedua yang telah diterbitkan, dan ia berharap buku ini akan meninggalkan kesan khusus bagi pembacanya.

Ayu Norma

Ayu Norma adalah seniman yang berbakat dengan banyak kemampuan di bidang seni lukis, seni keramik, seni tari, dan seni tekstil termasuk menjahit, membuat pola, dan berbagai teknik dekorasi menggunakan tekstil. Norma telah mengilustrasi 6 judul buku bacaan berjenjang YLAI.

Komang Swensen

Swesen memiliki kecintaan terhadap dunia fotografi. Beberapa karyanya juga kerap tampil di majalah lokal seperti salah satunya Bali & Beyond. Ia sangat menikmati berkarir saat hari kerja dan menjadi fotografer lepas saat akhir pekan. Ia telah menjadi fotografer untuk 7 judul buku bacaan berjenjang YLAI.