Pustakawan Hebat!

Home / Kabar Kami / Pustakawan Hebat!

Kebanyakan dari kita sudah mengetahui bahwa agar anak menyukai membaca, guru dan orang tua mempunyai peran penting. Namun, ada satu pihak lagi yang merupakan bagian penting dari keberlanjutan perpustakaan ramah anak. Pihak tersebut adalah pustakawan terlatih.

Pustakawan menjalankan tugas yang tidak mudah. Banyak yang beranggapan bahwa tugas utama Pustakawan adalah untuk  melindungi dan menjaga fasilitas di dalam perpustakaan yang merupakan bagian dari aset sekolah. Di perpustakaan yang tidak banyak dikunjungi anak-anak, mungkin keadaannya seperti itu. Namun, dalam perpustakaan ramah anak, menjadi pustakawan yang mengetahui cara mencatat aset perpustakaan saja tidak cukup. Yang paling penting justru pustakawan harus menjadi pribadi yang tulus melayani dan membantu anak-anak dalam kegiatan meminjam di perpustakaan.

Seperti yang dilakukan oleh Pak Made Duriana, pustakawan SD No. 3 Mambal. Pak Dedur, begitu sapaan akrabnya, memastikan semua buku di perpustakaan diproses tepat waktu dengan tujuan memudahkan anak-anak dalam meminjam buku. Pak Dedur dengan sigap memproses semua buku cerita anak (termasuk buku di luar sumbangan YLAI) di perpustakaan agar buku yang dipajang di rak bisa terus diganti-ganti. Hal ini membuat anak-anak tidak bosan karena buku yang dipajang selalu terlihat baru.

Selain Pak Dedur, ada Ibu Kadek Suriasih dari SD No. 1 Sulangai yang berusaha lebih dari yang perlu dilakukan di perpustakaan. Atas inisiatif sendiri, Ibu Suriasih memberikan penghargaan kepada siswa yang banyak membaca atau meminjam buku. Dalam satu kartu anggota perpustakaan di SD No. 1 Sulangai, ada 45 kolom peminjaman. Setiap meminjam satu buku kolom tersebut diisi. Saat 45 kolom tersebut terisi penuh, Ibu Kadek Suriasih memberikan hadiah buku. Ibu Kadek luar biasa! Mengapresiasi siswa yang menyukai membaca dengan memberi buku tulis dan ballpoint.

“Inisiatif saya ini tidak saya umumkan ke anak-anak bu. Untuk menghindari anak-anak membaca cuma karena diberi hadiah. Tapi ketika ada yang pinjam sampai ganti kartu begitu, saya kasih surprise pakai uang saya sendiri,” ujar Bu Kadek Suriasih. 

Selain pustakawan yang  disebutkan di atas, masih banyak pustakawan-pustakawan lain yang mendedikasikan diri untuk pelayanan anak di perpustakaan. Yayasan Literasi Anak Indonesia bangga sekali bisa bekerja sama dengan seluruh pustakawan dan atau guru-pustakawan yang sangat berdedikasi ini. 

Terimakasih telah menjadi tonggak utama perkembangan kebiasaan membaca pada anak-anak. Salam literasi!

Comments(0)

Leave a Comment