Program Perpustakaan

Home / Program  / Program Perpustakaan

Kebiasaan membaca akan tumbuh apabila siswa mendapatkan akses yang lebih banyak terhadap buku-buku terutama di sekolah. Melalui adanya sudut baca dan perpustakaan dengan bahan bacaan yang sesuai dan berfungsi secara optimal di sekolah akan membantu membangun cinta dan kebiasaan membaca di sekolah. Siswa akan mendapatkan keuntungan secara langsung dengan memiliki akses ke sudut baca dan perpustakaan karena mereka dapat mengeksplorasi banyak buku, pengalaman dan terlibat dalam banyak aktivitas membaca di sudut baca maupun perpustakaan yang membangun kenikmatan membaca untuk memaksimalkan cinta akan buku. YLAI memberikan pelatihan mengenai pengelolaan sudut baca dan perpustakaan sekolah ramah anak  untuk membimbing kepala sekolah, guru-guru dan pustakawan dalam membangun budaya baca di sekolah.

Sudut Baca

YLAI telah berkomitmen untuk membantu sekolah-sekolah mencontohkan ruang belajar yang ramah anak di dalam kelas untuk meningkatkan pembelajaran. Melalui pengembangan sudut baca di kelas, para guru dilatih untuk memberikan pelajaran membaca interaktif, dan para siswa diberi ruang dan kesempatan untuk secara positif berinteraksi dengan buku.

Pengembangan dan Pengelolaan Sudut Baca dirancang untuk membimbing guru untuk menyediakan akses ke buku berkualitas, dan memasukkan Program Membaca Interaktif untuk dibaca siswa di kelas secara reguler. Hal ini didukung oleh pengembangan sudut baca dan pelatihan guru untuk mengembangkan pelajaran membaca interaktif dengan menggunakan buku cerita bergambar. Melalui pelatihan pengembangan sudut baca, guru-guru akan difasilitasi dengan teknik-teknik untuk mengembangkan dan mengelola sudut baca, sebagai alat untuk memantau ketrampilan dan kebiasaan membaca siswa, dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca mandiri.

Perpustakaan Sekolah

Saat ini YLAI bermitra dengan organisasi internasional, Room to Read, untuk mengembangkan 49 perpustakaan ramah anak untuk sekolah-sekolah dasar di 3 kabupaten di Bali selama tiga tahun. Kepala sekolah, guru dan pustakawan menerima pelatihan intensif mengenai penggunaan perpustakaan untuk membantu anak-anak Indonesia mengembangkan kebiasaan dan kecintaan akan membaca.

Pengembangan Perpustakaan Sekolah Ramah Anak berfokus pada penyiapan, pengelolaan dan kegiatan di perpustakaan dengan melibatkan seluruh elemen sekolah secara langsung dalam menciptakan perpustakaan ramah anak sehingga perpustakaan menjadi tempat di sekolah yang berkembang dan diminati oleh seluruh elemen sekolah. Perpustakaan Sekolah Ramah Anak dirancang untuk membimbing sekolah agar memberi siswa kelas dasar akses terhadap buku berkualitas, dan kegiatan membaca di perpustakaan secara reguler. Hal ini didukung dengan adanya pelatihan yang diberikan kepada kepala sekolah, guru-guru dan pustakawan yang meliputi penyiapan  sarana dan prasarana perpustakaan, penyedian bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa,  pengelolaan perpustakaan  dan kegitan membaca yang membuat fungsi perpustakaan menjadi efektif dalam membangun dan menciptakan budaya dan kebiasaan membaca sehingga seluruh elemen sekolah mau, menikmati, sering dan cinta membaca baik di sekolah maupun di rumah.