Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah melalui Program Membaca Berimbang di Kabupaten Sumba Barat

Home / Kabar Kami / Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah melalui Program Membaca Berimbang di Kabupaten Sumba Barat

Sebagai realisasi dari kemitraan Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat terhadap peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah, kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) perdana telah dilakukan untuk wilayah Waikabubak, Loli, dan Lamboya. Fase kedua implementasi Program Membaca Berimbang YLAI di Kabupaten Sumba Barat yang berfokus pada scale deep dilakukan melalui forum KKG.

Kegiatan KKG pertama  dilaksanakan di aula hotel Ande Ate dan diikuti oleh kepala sekolah dan guru kelas awal dari 10 sekolah percontohan terpilih yang berasal dari 3 kecamatan, yaitu Waikabubak, Loli, dan Lamboya. Kegiatan KKG Program Membaca Berimbang ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Bapak Yehuda Malorung. Dalam sambutannya, Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan berpesan kepada para guru kelas 1, 2, dan 3 dan kepala sekolah  untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan melalui KKG ini karena tidak semua sekolah di Sumba Barat dijadikan sekolah percontohan untuk Program Membaca Berimbang. Beliau juga menambahkan bahwa dukungan kepala sekolah sangat berpengaruh untuk memaksimalkan program karena kepala sekolah adalah pengambil kebijakan tertinggi di sekolah. Lebih lanjut dalam sambutannya, beliau juga berpesan kepada para peserta bahwa sekolah-sekolah yang dijadikan sebagai percontohan akan menjadi tempat belajar bagi sekolah-sekolah lain yang tidak diintervensi oleh program untuk belajar tentang peningkatan literasi di kelas awal. Sekretaris Dinas Pendidikan juga berencana untuk melakukan support dan monitoring terpadu antara tim YLAI dan Dinas Pendidikan ke 10 sekolah percontohan terpilih. Hal ini dimaksudkan sebagai kontrol untuk mengukur implementasi program di sekolah.

Selanjutnya, KKG pertama ini berfokus pada pengajaran kesadaran fonemik bagi guru-guru kelas 1 dan kepala sekolah serta membaca interaktif dan BALIMA bagi guru kelas dua dan tiga. Pelaksanaan kegiatan KKG ini mendapatkan respon yang positif dari peserta KKG. Sebagaimana disampaikan oleh Ariyanti Bora, guru kelas 1 SDM Bata Kapuda, “Ternyata mengajarkan huruf dengan bunyi sangat menyenangkan untuk anak-anak.” Dia juga menambahkan bahwa selama ini dirinya mengajarkan huruf kepada siswa-siswanya masih menggunakan cara yang kurang menyenangkan dan memaksa anak-anak untuk belajar. Dengan kesadaran fonemik, dia menilai bahwa meskipun anak-anak sepertinya sedang bermain, sebenarnya mereka sedang belajar mengenal huruf dan bunyi.  Robu Boru Huatu, wakil kepala sekolah SDI Kabali Bedu, juga menambahkan jika kesadaran fonemik adalah pembelajaran yang mengakomodasi semua gaya belajar anak- anak di kelas 1 yaitu audio, visual, dan kinestetik.

Sementara itu, antusiasme guru kelas 2 dan 3  juga terlihat saat mereka dengan serius melakukan praktik kegiatan membaca interaktif yang difasilitasi oleh para fasilitator daerah. KKG menjadi wadah para guru untuk bertukar ide atau pikiran tentang pengajaran program membaca berimbang di sekolah. Semoga,  adanya upaya untuk meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah dalam mengajarkan literasi dapat memberikan peningkatan kualitas terhadap minat dan keterampilan membaca siswa kelas awal di sekolah percontohan.

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp