Papua Monitoring – Catatan 2

Home / Kabar Kami / Papua Monitoring – Catatan 2

Tidak terasa, kunjungan seminggu tim Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) ke Tanah Papua dalam rangka kegiatan pemantauan dan dukungan perpustakaan ramah anak ke sekolah-sekolah yang tersebar di 6 kabupaten, telah berakhir. Begitu banyak pengalaman yang tak terlupakan dalam kunjungan ini.  Lokasi menuju beberapa sekolah ini cukup menantang. Perlu beberapa jam dengan perjalanan darat melewati lembah dan bukit serta terkadang jalan tak beraspal yang tak jarang membuat mobil yang ditumpangi tim YLAI beserta UNICEF Papua terperosok. Namun, perjalanan darat yang panjang dalam kondisi geografis yang cukup menantang menjadi tidak terasa karena sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan oleh keindahan alam Papua yang luar biasa indah.

Kekaguman semakin terasa ketika sampai di sekolah dan memasuki ruang perpustakaan. Sangat mudah menemukan ruang perpustakaan ramah anak di sekolah-sekolah. Ruangan ini berbeda dengan suasana ruang kelas lainnya, cat tembok berwarna-warni membuat suasana terasa nyaman. Tata ruang yang terpikirkan dengan sangat baik membuat ruangan ini terasa nyaman. Rak-rak ditata sedemikian rupa untuk memudahkan ruang gerak, beberapa meja kecil tertata berkelompok di suatu sudut, dan juga terdapat area yang cukup luas beralaskan tikar/karpet yang disiapkan menjadi tempat membaca bersama. Di beberapa sekolah bahkan terdapat bantal duduk berwarna-warni yang membuat ruangan semakin hangat. Ruangan terasa semakin kaya dan dinamis dengan terpajangnya beberapa bahan kaya bacaan seperti poster pendidikan, peraturan perpustakaan, hasil karya siswa, dan yang paling menarik adalah banyaknya jumlah buku-buku berkualitas yang dipajang.

Pemajangan buku menjadi hal yang menarik dan sangat berbeda di perpustakaan ramah anak ini. Buku-buku dengan berbagai genre dipajang rapi dengan sampul utuh menghadap ke depan, sehingga begitu memasuki ruang perpustakaan langsung terlihat berbagai gambar menarik dari sampul buku-buku yang terpajang. Sangat menggoda untuk dibaca. Pada masing-masing buku tertempel stiker penanda jenjang yang memudahkan siswa dalam memilih buku yang sesuai dengan kesiapan mereka.

Mudah sekali menghabiskan berjam-jam di ruangan ini berbincang dengan petugas perpustakaan serta guru-guru yang ramah, berbagi visi dan misi perpustakaan sekolah dan didampingi kepala sekolah yang sangat mendukung program. Begitu banyak cerita sukses yang disampaikan sekolah terkait program perpustakaan ramah anak. Pak Agus, salah seorang guru dari sekolah pilot di Manokwari, mengatakan kalau antusias siswa datang ke perpustakaan untuk membaca meningkat tajam setelah adanya perpustakaan ramah anak. 

“Dulunya siswa-siswa malas ke perpustakaan , kini mereka yang meminta untuk ke perpustakaan.  Bahkan, anak-anak sejak pagi sudah mendatangi rumah saya untuk membukakan perpustakaan”, ujar Pak Agus. “Pak guru sudah bangunkah? Bisa bukakan perpustakaan? Kami mau baca,” ucap Pak Agus menirukan apa yang biasanya ditanyakan siswanya di pagi hari.

Beda lagi cerita dari Bu Betty, salah seorang petugas perpustakaan dari sekolah pilot di Sorong. “ Ibu, sejak adanya perpustakaan ramah anak ini, perpustakaan selalu ramai dikunjungi siswa. Pada jam bebas pun mereka datang ke perpustakaan dan sampai penuh perpustakaan ini dan terkadang mereka tidak mau pulang juga”, kata Bu Betty dengan mata berbinar-binar penuh antusiasme. Diharapkan dengan adanya kerjasama berbagai komponen, visi untuk menumbuhkan minat baca bagi anak-anak di Tanah Papua senantiasa akan terwujud.

Satu hal yang paling membanggakan selama kunjungan adalah melihat komitmen dan usaha dari semua komponen yang terlibat, yang menempuh perjalanan yang tidak mudah setiap harinya dan berhasil  mengembangkan perpustakaan ramah anak menjadi tempat favorit bagi anak-anak di sekolah dan masyarakat sekitar sekolah.

Hasil kunjungan ini, membuat Yayasan Literasi Anak Indonesia semakin bersemangat untuk mengembangkan perpustakaan di daerah-daerah lain dan menumbuhkan minat baca bagi ribuan anak Indonesia lainnya.

Comments(0)

Leave a Comment