MENGHADIRKAN GATOTKACA DI ERA MILLENIAL

Home / Kabar Kami / MENGHADIRKAN GATOTKACA DI ERA MILLENIAL

Tahun 2017 lalu, YLAI kembali bekerja bersama Ibu Debby Lukito Goeyardi dalam proyek ketiga pengembangan buku bersama Room To Read. Berbekal keinginan untuk mengangkat cerita rakyat menjadi sesuatu yang menarik serta mudah dipahami oleh para pembaca pemula, Ibu Debby memilih karakter Gatotkaca yang memiliki julukan ‘otot kawat tulang besi ini’ untuk diadaptasikan menjadi sebuah cerita baru. Mari simak perjalanan Ibu Debby dan buku barunya “Rumah Burung Gatotkaca” yang diilustrasi oleh Zakiyah Sholihah ini!

Mengadaptasi cerita rakyat dengan tokoh yang sudah ada serta memiliki karakter yang kuat tentu bukanlah hal yang mudah. Saya harus melakukan berbagai riset, bahkan berdiskusi dengan Dr. Rusdian Lubis yang merupakan penggemar berat cerita Mahabharata dan Ramayana serta wayang. Setelah mendapatkan data tentang karakter Gatotkaca, muncullah permasalahan lain: bagaimana saya mengadaptasikan tokoh terkenal ini dalam latar yang tidak kuno dan bagaimana saya menokohkan karakternya dalam usia pembaca. Cerita Gatotkaca ini menjalani proses revisi hingga tujuh kali! Utamanya pada perubahan jalan cerita yang harus terasa masuk akal bagi pembaca dengan mengeksplorasi kekuatan ’superhero’ yang dimiliki oleh sang tokoh. Singkat cerita, akhirnya buku ”Rumah Burung Gatotkaca” terbit juga. Segala capek, jengkel dan kebingungan yang saya alami selama proses revisi sirna sudah! Gambaran sang Gatotkaca kecil pun sudah mirip dengan bayangan saya.

Sebagai seorang penulis sekaligus Penggiat Literasi, saya pun mulai membawakan buku baru saya ini di beberapa acara. Kesempatan pertama adalah di Sekolah Tiara Nirwana Denpasar. Saya mendapat ide untuk membuat sayap Gatotkaca dari kardus yang disemprot dengan cat keemasan. Tak begitu bagus, tapi saya menggunakannya sebagai media cerita. Saya juga mencetak pola mahkota yang saya beri istilah ’Mahkota Superhero ala Gatotkaca’ untuk dibuat oleh anak-anak di akhir acara. Yang mengejutkan, anak-anak milenial ini ternyata tahu Gatotkaca! Saat saya tanya dari mana mereka tahu, mereka menjawab serempak: ”Dari game Mobile Legend!”. Miris? Ya! Tapi hal tersebut malah memacu saya untuk semakin mengenalkan tokoh Gatotkaca yang sebenarnya pada anak-anak jaman sekarang.

Namun, saya merasa masih ada yang kurang. Saya ingin anak-anak mendapatkan gambaran yang jelas tentang Gatotkaca. Apalagi saya mendapat bantuan dari British Council United Kingdom untuk mengadakan lokakarya dengan anak-anak di London dan Norwich pada bulan Maret nanti berdasar pada buku ini. Akhirnya, muncullah ide untuk memiliki kostum lengkap Gatotkaca yang asli. Perburuan pun dimulai! Setelah bertanya ke sana kemari, saya mendapat info tentang pengrajin busana tari dan wayang orang di pengrajin GIMO Solo. Kostum itu pun tiba di Bali, lengkap dengan keris dan kumis khas Gatotkaca! Pengerjaan kostumnya detail dan rapi sekali dengan ukiran warna-warni pada sayap yang terbuat dari kulit sapi. Salut!

Kemudian, saya mendapat kesempatan lain di PKBM Dharma Wangsa pimpinan ibu Agung Dharmayanti. Di sini, kostum Gatotkaca dikenakan pertama kalinya oleh salah seorang siswa yang mendapat tepuk tangan meriah saat muncul di hadapan teman-temannya sebagai Gatotkaca. Saya juga menjelaskan setiap detail kostum tersebut, seperti baju Gatotkaca disebut dengan ’Antakusuma’, mahkota Gatotkaca disebut dengan ’Caping Basunanda’ dan seterusnya. Saya juga menjelaskan tentang ayah dan ibu dari Gatotkaca, apa kekuatan yang dimilikinya dan sebagainya. Setelah acara selesai, saya mendapat pesan dari ibu Agung Dharmayanti tentang bagaimana anak-anak di sana masih terus menceritakan tentang sosok Gatotkaca, yang membuat saya merasa tersanjung. Semoga ini adalah awal agar anak-anak memiliki keinginan untuk membaca kisah Gatotkaca yang sebenarnya dari kitab Mahabharata. Kemudian, tak hanya di Bali, Gatotkaca juga ‘terbang’ hingga Bogor dan berkesempatan bertemu dengan 60 anak penderita Thalassemia di RS PMI Bogor.

Saya percaya, sudah saatnya para penulis untuk menggali cerita rakyat dalam kemasan yang seru dan mampu diterima oleh anak-anak jaman sekarang. Semoga perjalanan si Gatotkaca kecil yang saya tulis ini tak sampai di sini saja dan nantinya akan ada kisah-kisah yang lain yang mampu saya tuangkan untuk mengenalkan tokoh hebat Gatotkaca kebanggaan kita pada para pembaca pemula. Terima kasih banyak untuk Yayasan Literasi Anak Indonesia, Room to Read serta Provisi Education yang sudah memberi saya kesempatan untuk mengeksplor tokoh Gatotkaca yang unik ini.

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp