Mengapa Guru Harus Memodelkan Proses Membaca?

Home / Kabar Kami / Mengapa Guru Harus Memodelkan Proses Membaca?

Dalam pengajaran membaca yang efektif, strategi dalam membaca harus dimodelkan secara eksplisit oleh guru di dalam kelas. Pengajaran membaca yang memodelkan strategi dan keterampilan membaca secara eksplisit dilakukan dalam kegiatan membaca bersama yang diciptakan oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI). 

Saat membaca bersama, guru secara eksplisit memodelkan keterampilan dan strategi yang harus dimiliki oleh seorang pembaca yang mahir dengan menggunakan buku besar. Di dalam kegiatan membaca bersama, siswa mengamati bagaimana seorang guru membaca sebuah teks secara lancar dan berekspresi untuk mencari informasi. Melalui proses dan strategi yang digunakan dan didemonstrasikan oleh guru, siswa dapat berpartisipasi dan belajar konsep-konsep yang penting.

Dalam program membaca bersama yang diciptakan oleh YLAI, siswa diharapkan terbiasa melihat pemodelan strategi yang digunakan oleh pembaca mahir dalam memproses informasi. Setelah terbiasa dengan pemodelan, siswa diharapkan dapat menerapkan strategi membaca ini dalam setiap kegiatan membaca yang dilakukannya baik secara terbimbing ataupun mandiri. “Kesulitan yang saya dapatkan sebelum ada kegiatan YLAI, yaitu cara mengajarkan membaca lancar kepada siswa terutama mengenal tanda baca. Membaca bersama membantu saya dalam mengajar siswa saya di kelas 3 karena di membaca bersama ada fokus tentang tanda baca” ujar Ibu Ningsih, guru kelas awal di salah satu  sekolah rintisan YLAI di Sumba Barat Daya. Lebih lanjut, Ibu Ningsih juga menambahkan bahwa dengan adanya membaca bersama, siswanya sudah berani menjawab atau bertanya ke guru serta rasa ingin tahu dan minat belajar mereka juga meningkat. 

Seorang guru yang terampil dalam mengajarkan membaca diperlukan dalam program membaca bersama ini supaya memberikan dampak kepada siswa.

Comments(0)

Leave a Comment