Mendukung Terciptanya Perubahan di Kelas Awal di Sumba Barat melalui Kegiatan Membaca Bersama Kemitraan Yayasan Literasi Anak Indonesia dengan INOVASI

Home / Kabar Kami / Mendukung Terciptanya Perubahan di Kelas Awal di Sumba Barat melalui Kegiatan Membaca Bersama Kemitraan Yayasan Literasi Anak Indonesia dengan INOVASI

Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) sebagai mitra INOVASI di kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, kembali memberikan pelatihan untuk pelatih bagi para fasilitator daerah di Sumba Barat untuk Program Membaca Kelas Awal di 10 Sekolah Percontohan Terpilih di Sumba Barat. Pelatihan yang dilakukan pada tanggal 13-15 November 2018 ini adalah pelatihan lanjutan dari program membaca berimbang di kelas awal di sekolah percontohan yaitu pelatihan membaca bersama. Membaca bersama adalah pendekatan membaca di mana siswa mengenal kata-kata baru, memahami isi cerita, mengenal konvensi teks, dan mengembangkan keterampilan membaca dengan menggunakan media buku besar sehingga siswa dapat melihat pemodelan yang dilakukan oleh guru.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat dan dihadiri oleh Ibu April Denise selaku konsultan YLAI, Fourgelina selaku Manajer Program YLAI, Eka Yuliati dan Nova Debi Wicaksono selaku staf YLAI, dan 10 fasilitator daerah terpilih.  Dalam kesempatan ini, Bapak Yehuda selaku perwakilan dinas memberi pesan agar para pelatih sebagai tonggak perubahan pendidikan di Sumba Barat dapat mengikuti kegiatan sebaik-baiknya, sehingga ilmu yang akan diimbaskan maksimal. “Semua harus turut berkontribusi terhadap peningkatan pencapaian di Sumba Barat. Banyak keterampilan dan pengetahuan baru yang bisa disebarluaskan. Ketika banyak pihak yang memberi dukungan atas pendidikan di Sumba maka kita harus melakukan tahapan dengan baik”, pesan Bapak Yehuda.

Arahan dan Penguatan Program dari  Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Barat yang Diakhiri dengan Foto Bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Barat, Pendiri YLAI, Manajer Program YLAI, Staff YLAI dan Fasilitator Daerah Terpilih

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini terdiri dari beberapa agenda. Agenda hari pertama dan kedua yaitu mengenal kegiatan membaca bersama dan tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatannya. Paparan dilakukan dengan pengamatan pemodelan dan juga memahami langkah-langkah melakukan kegiatan membaca bersama. Setelah para peserta memahami hal tersebut, mereka berkesempatan untuk mempraktikkannya dalam kelompok kecil kemudian berdiskusi untuk saling memberikan masukan. “Langkah-langkah yang ada di modul sangat jelas. Semakin kita berlatih maka kita akan semakin terampil,” papar Bapak Agustinus Umbu Giku saat memberikan refleksi pengajaran pada kelompok kecilnya.

Para Fasilitator Daerah Peserta Pelatihan untuk Pelatih Kegiatan Membaca Bersama Melakukan Simulasi di Kelompok Kecil dengan Dampingan Tim YLAI

Para Fasilitator Daerah Peserta Pelatihan untuk Pelatih Kegiatan Membaca Bersama Melakukan Simulasi di Kelompok Kecil dan Mempersiapkan Rencana Pengajaran dengan Dampingan Tim YLAI

Hari ketiga, para fasilitator daerah mendapat kesempatan secara langsung mempraktikkan kegiatan membaca bersama di kelas 1 dan 2 SDM Waikabubak 2. Setelah melakukan kegiatan praktik mengajar, para peserta kembali berkumpul untuk melakukan evaluasi praktik mengajar yang sudah dilakukan di kelas sebelumnya. Pada saat evaluasi, disampaikan temuan-temuan saat praktik di kelas. Temuan umum yang didapatkan adalah siswa sangat responsif dan antusias dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Dorkas Yani Haba, “Siswa sangat bersemangat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pembelajaran terasa sangat aktif.” Hal ini menunjukkan bahwa jika kegiatan membaca ini dilakukan dengan konsisten maka kemampuan berpikir kritis dan keterampilan membaca siswa akan dapat meningkat. Penutupan pelatihan dilakukan dengan memberi pembekalan keahlian memfasilitasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar para fasilitator yang akan menjadi asset daerah dapat mengimbaskan ilmu yang mereka miliki dengan maksimal dan percaya diri saat KKG.

Para Fasilitator Daerah Sangat Percaya Diri dalam Mempraktikkan Membaca Bersama dan Para Siswa Sangat Antusias dalam Berpartisipasi dan Menjawab Pertanyaan

Semua kegiatan yang dilakukan YLAI melalui kemitraan dengan INOVASI dan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat ini memiliki satu tujuan yaitu meningkatkan keterampilan membaca para siswa di Sumba Barat, khususnya di 10 sekolah percontohan terpilih.

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp