Mendukung Gerakan Literasi di Bali Timur

Home / Kabar Kami / Mendukung Gerakan Literasi di Bali Timur

Kegembiraan meliputi perjalanan tim YLAI menuju ke Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pada pagi hari tanggal 11 Juni 2018, untuk memberikan dukungan kembali kepada 6 sekolah binaan YLAI serta bertemu para pegiat literasi di Bali Timur. Bagaimana tidak, selama berbulan-bulan para guru dan siswa di wilayah ini harus meninggalkan sekolah dan rumah mereka karena status siaga Gunung Agung. Gunung terbesar di Bali itu menunjukkan aktivitas vulkanik aktif. Kala itu, ribuan  guru dan siswa dari 27 desa, termasuk sekolah binaan YLAI yang hampir seluruhnya terletak di kawasan rawan bencana, harus mengungsi ke daerah aman. Semangat tim juga bertambah karena akan menemui pegiat literasi di SDN 1 Selumbung, sebuah sekolah di ujung timur Pulau Bali.

Harus terpencar dan terpisah dengan warga sekolahnya selama berbulan-bulan, tidak membuat semangat gema literasi di Kecamatan Rendang memudar. Setidaknya itu yang diceritakan guru dan kepala sekolah saat tim YLAI berbincang dengan 6 kepala sekolah binaan. “Kami berinisiatif membawa buku-buku bacaan yang disumbangkan oleh YLAI ke daerah-daerah di mana siswa kami mengungsi, untuk mengurangi kejenuhan dan menenangkan siswa kami. Membaca buku cerita sangat menghibur mereka. Supaya mereka terbiasa membaca,” cerita Bapak Kepala Sekolah SDN 6 Besakih pagi itu. “Kami selalu memantau keberadaan siswa kami di daerah pengungsian, kami lega sekarang,” ujar Kepala Sekolah SDN 4 Besakih. “Kami sudah berkumpul kembali di sekolah dan kami telah menata ulang pojok-pojok baca di kelas kami. Pojok itu menjadi pojok yang paling disukai para siswa saat pergantian jam pelajaran,” sambung Bapak Kepala Sekolah SDN 1 Besakih. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SDN 2 Besakih, yang juga hadir pada pertemuan yang penuh kehangatan itu. Pojok baca adalah cara strategis untuk menumbuhkan kebiasaan membaca anak-anak. Sebuah upaya mudah yang berdampak besar. Bangga sekali melihat upaya seluruh komponen sekolah binaan ini untuk terus menumbuhkan kebiasaan membaca di saat situasi tersulit sekalipun.

Kebanggaan berlanjut ketika tim YLAI mengunjungi SDN 1 Selumbung. Tim disambut hangat oleh kepala sekolah dan guru-guru dengan penuh antusias.  Begitu memasuki area sekolah, tim dibuat terpukau oleh halaman hijau yang tertata rapi yang dikelola oleh guru, siswa, dan komponen sekolah lainnya. Di pojok kiri halaman, di sebuah taman kecil yang dipenuhi bunga-bunga, terletak sebuah meja beton yang dikelilingi beberapa kursi kecil, di belakangnya tertulis Pojok Literasi. Sudut itu dimanfaatkan oleh guru, orangtua yang menjemput siswa, dan juga siswa sendiri untuk membaca koran, majalah, atau buku kesukaan mereka. Memasuki area belajar, di depan kelas terletak gerobak baca. Terdiri dari sebuah gerobak kayu, yang didalamnya terdapat keranjang-keranjang tempat buku yang telah dijenjangkan. “Disini seluruh siswa dapat mengambil buku sesuai dengan kesiapan mereka pada pagi hari atau saat istirahat,” jelas Ibu Kepala Sekolah dengan penuh semangat. Tim kemudian memasuki area sekolah lebih jauh lagi, melewati tiga bangku di bawah pohon halaman yang teduh, “di bangku ini anak-anak dapat duduk-duduk saat membaca 15 menit,” sambung Ibu Kepala Sekolah. Kemudian, di depan sebuah ruangan yang sedang dikembangkan untuk menjadi perpustakaan, terdapat ruang baca. Rupanya area yang penuh slogan tentang literasi itu  juga diperuntukkan bagi siswa untuk membaca.

Di akhir kunjungan di SDN 1 Selumbung, tim berkesempatan membacakan sebuah buku YLAI, Jana Tak Mau Tidur. Puluhan siswa dari kelas 3-6 duduk di lantai ruang pertemuan untuk mendengarkan cerita. Mata mereka berbinar, senyum mereka mengembang dan mereka begitu larut dalam diskusi selama cerita dibacakan. “Jika kalian ingin membaca buku ini kembali, kalian dapat mengambilnya di gerobak baca” kata Ibu Kepala Sekolah setelah pembacaan cerita. Para siswa berteriak dan bertepuk tangan. Rupanya mereka haus akan buku cerita. “Ibu kapan dibacakan cerita lagi?” tanya seorang anak. “Segera, ibu bapak guru atau ibu kepala akan membacakan cerita untuk kalian” janji Ibu Kepala Sekolah disambut hangat oleh para siswa.  

Pengalaman yang luar biasa membanggakan bagi YLAI untuk dapat menyaksikan upaya yang dilakukan para pegiat literasi di Bali Timur ini. Yayasan Literasi Anak Indonesia mengapresiasi usaha dan berkomitmen untuk memberikan dukungan  pada kebiasaan yang sudah tumbuh di Bali Timur. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, YLAI menyerahkan 460 buku anak berkualitas tinggi untuk melengkapi buku-buku yang telah mereka miliki. Semangat! Upaya bersama untuk menumbuhkan kebiasaan membaca untuk masa depan siswa yang lebih baik harus didukung oleh semua komponen  pendidikan secara berkesinambungan.

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp