Yang Telah Kami Lakukan

Home / Jangkauan  / Yang Telah Kami Lakukan

Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) memberikan pelatihan-pelatihan kepada sekolah-sekolah dan instansi terkait untuk memastikan anak-anak Indonesia akan menjadi pembaca mandiri seumur hidup, dengan mengembangkan kemampuan membaca dan kecintaan membaca melalui pengembangan program keaksaraan di sekolah, dan praktik pengajaran yang inovatif di kelas. Saat ini Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) telah melakukan  program bacaan berbasis kelas, sudut baca, dan perpustakaan sekolah untuk sekolah dasar di Indonesia. Selain itu, program pengembangan sumber daya dan pelatihan bagi guru-guru, pustakwan dan kepala sekolah juga merupakan hal yang menjadi  kepedulian dan fokus Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) yang tidak terpisahkan dalam program Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) dalam penciptaan pembaca mandiri seumur hidup.


Program Membaca Berimbang Bersama Sekolah Pilot

Sekitar 20 sekolah pilot YLAI di Bali yang tersebar di Kotamadya Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Karangasem telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan program membaca YLAI. Pelatihan program membaca YLAI diberikan kepada para kepala sekolah dan guru-guru kelas awal yang diikui dengan mendistribusikan buku bacaan berjenjang serta buku cerita anak bergambar berkualitas tinggi dalam berbagai judul kepada sekolah-sekolah pilot YLAI. Kini, terdapat sekitar 60 pengajar terlatih yang telah mengimplementasikan program membaca YLAI di kelas. Melalui penjalanan program selama ini para guru semakin inovatif dalam praktik keliterasian dan mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan siswa yang berbeda dan melibatkan siswa secara keseluruhan dalam pengalaman membaca yang menyenangkan. Bagi siswa, dengan adanya program ini maka mereka mendapatkan pengalaman dalam membaca buku sesuai dengan tingkat kemampuan mereka dan kesempatan untuk bercerita dan berinteraksi di dalam kelompok kecil maupun besar.


Program Membaca YLAI bersama USAID Prioritas

Kemitraan YLAI dengan USAID PRIORITAS membawa materi program membaca YLAI yang diikuti dengan pelatihan ke 1.000 sekolah di sembilan provinsi di Indonesia diantaranya Aceh. Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.  Program ini dilaksanakan mulai 2014-2016. YLAI mengembangkan 3 modul pelatihan yang dibawa ke sekolah oleh lebih dari 150 fasilitator, dan kemudian diperluas oleh USAID untuk menjangkau lebih dari 13.000 sekolah. Kegiatan utamanya meliputi mengadaptasi bahan bacaan untuk konten yang secara kultural sesuai dengan wilayah Indonesia yang berbeda, pengembangan modul pelatihan yang didukung oleh video pelatihan yang mencakup Membaca Bersama dan Membaca Terbimbing, serta menyelenggarakan pelatihan lokakarya pelatih untuk fasilitator untuk mendistribusikan program bacaan. Sebagai tambahan, YLAI bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan program oleh pelatih di lapangan di berbagai provinsi dan memberikan panduan dan umpan balik mengenai praktik terbaik untuk pelaksanaan program.


Program Pengembangan Buku Cerita Bergambar bersama Room to Read & ProVisi Education

Melalui proyek fase pertama yang bertajuk “Scaling Positive Impact: Establishing Libraries and Publishing Children’s Books with Partners in Indonesia, YLAI telah mengembangkan 6 buku cerita bergambar. Salah satu judul, “Lautkah Ini?” telah berhasil meraih penghargaan utama dalam Samsung Kids Time Authors’ Award 2016 dan satu judul lainnya, “Waktunya Cepuk Terbang” juga meraih juara kedua dalam ajang yang sama. Kedua ilustrasi dalam buku-buku tersebut juga berhasil menembus Best Illustration Gallery dalam Asian Festival of Children’s Content 2017 di Singapura.

Keenam buku cerita tersebut telah tersebar di seluruh Indonesia melalui mitra perpustakaan Room to Read, program membaca bersama USAID Prioritas, dan program membaca di sekolah-sekolah pilot YLAI di Bali.

Sebagai kelanjutan, dalam fase kedua yang bertajuk “Scaling Quality Learning: Developing a Habit of Reading with Partners in Indonesia”, YLAI mengembangkan 4 judul baru buku cerita bergambar yang saat ini masih dalam proses pencetakan. Ilustrasi dalam dua buku berjudul “Di Manakah Adik?” dan “Hari yang Melelahkan” juga telah berhasil menembus Best Illustration Gallery dalam Asian Festival of Children’s Content 2017 di Singapura.


Pelatihan Pengembangan Buku Bacaan Berjenjang bersama UNICEF Papua

YLAI membagikan pengetahuan dalam pengembangan buku berjenjang kepada Tim Pengembangan Buku UNICEF untuk program literasi mereka di Papua. YLAI telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada penulis dan illustrator UNICEF untuk menghasilkan buku bacaan berjenjang sebagai suplemen yang mendukung kurikulum. Sejauh ini, satu seri buku berjenjang telah diterbitkan dan seri baru juga akan diterbitkan tahun ini.


Pengembangan Sudut Baca

Melalui program pengembangan sudut baca, YLAI telah menyumbangkan kurang lebih 1860 buku kepada sekolah-sekolah binaan YLAI yang berada di Denpasar Timur dan Karangasem untuk mendukung penciptaan sudut baca di sekolah-sekolah tersebut. Kini, 34 sudut baca telah dikembangkan di 8 sekolah di Bali dan 102 orang guru kelas telah dilatih tentang teknik-teknik pengelolaan sudut baca dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di sudut baca. Selanjutnya, YLAI akan kembali  mengembangkan 210 sudut baca di Sulawesi Tengah.


Pengembangan Perpustakaan Sekolah Ramah Anak

Pada siklus pertama pengembangan Perpustakaan Sekolah Ramah Anak, YLAI telah mengembangkan 12 perpustakaan sekolah di Kabupaten Badung yang tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Kuta Selatan, Kecamatan Kuta, Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Petang, Kecamatan Kuta Utara, dan Kecamatan Mengwi. Perpustakaan terpilih tersebut ditentukan melalui seleksi ketat bersama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten setempat dan UPT Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga setempat. Kurang lebih 75 tenaga pendidik yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan pustakawan telah mendapatkan pelatihan dari YLAI tentang pengelolaan perpustakaan dan kegiatan di perpustakaan. Tidak ketinggalan juga sekitar 6 orang pengawas Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Olahraga turut mengikuti pelatihan tersebut. Di 12 perpustakaan yang sudah dikembangkan, sebanyak lebih dari 12.000 buku dapat dinikmati oleh lebih dari 3.000 siswa sekolah. Selanjutnya YLAI akan kembali mengembangkan 20 perpustakaan ramah anak di Bali dan 30 perpustakaan ramah anak di Papua dan Papua Barat.