Forum Diskusi Terpumpun Refleksi Program Perpustakaan Ramah Anak

Home / Kabar Kami / Forum Diskusi Terpumpun Refleksi Program Perpustakaan Ramah Anak

YLAI sangat berbangga karena kini Kabupaten Badung telah memiliki puluhan perpustakaan ramah anak yang berfungsi dengan sangat baik dan tersebar di seluruh kecamatan. Untuk mempertahankan keberlangsungan, memaksimalkan program, melihat dampak, kekuatan, dan membuat rencana ke depan, YLAI bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung beserta para perpengawas, guru, pustakawan, dan kepala sekolah penerima program berkumpul di Disdikpora Kabupaten Badung untuk mengadakan Forum Diskusi Terpumpun Refleksi Program Perpustakaan Ramah Anak. Diskusi yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 ini, memberi kesimpulan dan rencana tentang keberlangsungan perpustakaan ramah anak di kabupaten Badung. Sejak adanya perpustakaan ramah anak, dapat dilihat perubahan perilaku komponen sekolah.

Perubahan dapat dilihat dari kebiasaan membaca siswa, kinerja guru, pustakawan, dan kepala sekolah, serta dukungan orang tua. Siswa lebih sering berkunjung ke perpustakaan dan meminjam buku. Meningkatnya frekuensi anak meminjam buku berdampak pada kemampuan berbahasa para siswa dan para siswa lebih percaya diri dalam mengekspresikan diri. Pelibatan orangtua juga lebih banyak dengan adanya perpustakaan ramah anak di sekolah. Kepala sekolah kini mengetahui cara memanfaatkan  perpustakaan dengan maksimal. Guru melakukan kegiatan membaca di perpustakaan dan mengelola jam kunjung terjadwal dan tidak terjadwal.  Pustakawan kini mampu mengelola perpustakaan dengan maksimal, menata, dan menjenjangkan buku agar perpustakaan tetap menjadi ramah.

    Perubahan perilaku yang positif ini harus dipertahankan. Maka didiskusikan pula rencana tindakan nyata yang bisa diambil untuk memastikan keberlangsungan program. Kepala sekolah akan mengusahakan pengadaan judul-judul buku ramah anak, guru akan memastikan jam kunjung perpustakaan dan kegiatan membaca tetap dijalankan. Pustakawan akan mengelola perpustakaan agar tetap ramah. Pengawas sekolah juga akan melaksanakan tugasnya dengan melakukan supervisi untuk memastikan keberlangsungan perpustakaan ramah anak tetap berlangsung. Sinergi dari segala pihak baik sekolah, pemangku kepentingan, dan masyarakat akan memastikan tercapainya siswa yang literat. Relasi yang kuat antara pengelola perpustakaan, pemangku kepentingan dan masyarakat perlu dijalin untuk membangun budaya baca.

Ditulis oleh: Eka Yuliati

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp