Ada Apa dengan Akses Buku?

Home / Kabar Kami / Ada Apa dengan Akses Buku?

“Kehadiran siswa itu semakin baik. Minat baca siswa itu semakin meningkat.” Mengapa ya Ibu Anastasia, kepala sekolah di salah satu sekolah pilot YLAI di Kabupaten Sumba Barat Daya mengatakan hal tersebut? Lantas apa hubungannya dengan akses buku? Yuk, kita cari tahu!

Melalui program membaca berimbang, sekolah pilot binaan YLAI mendapatkan manfaat program. Hal ini tidak hanya menyentuh peningkatan kapasitas guru, tetapi juga memberi akses terhadap buku-buku bagi siswa melalui kegiatan membaca yang ada di program membaca berimbang.  Membaca interaktif, sebagai salah satu komponen dari membaca berimbang membuka wawasan siswa melalui buku cerita anak yang berkualitas dan sesuai dengan dunia anak yang dibacakan oleh guru. Melalui membaca interaktif ini, siswa diajak untuk masuk lebih dalam ke dalam buku yang dibaca dan berfikir interaktif. Hal ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Yuliana, guru kelas 2 di sekolah rintisan YLAI di Sumba Barat. Beliau mengatakan bahwa ketika melakukan membaca interaktif, siswanya sangat antusias dan berlomba-lomba menjawab.

Selain itu, adanya sudut baca di kelas untuk membaca mandiri di program membaca berimbang menjadi faktor penting. Sudut baca yang ditata semenarik mungkin dan buku-buku non-teks  yang memiliki cerita dan ilustrasi yang menarik serta sesuai dengan dunia anak membuat area ini menjadi sudut favorit bagi siswa-siswa di kelas. “Sebelum adanya program membaca berimbang, dengan sudut baca yang biasa-biasa saja, anak-anak kurang tertarik untuk berada di area membaca bahkan untuk mengambil buku membaca saja tidak pernah. Minat untuk membaca itu kurang. Setelah adanya program membaca berimbang YLAI ini, dengan sudut baca yang ditata dengan bagus dan dipenuhi dengan buku-buku cerita yang isinya cerita dan gambar-gambar menarik, anak-anak sangat antusias untuk berada di sudut baca dan membaca buku-buku cerita”, ujar Ibu Maria Rangga, guru kelas awal di sekolah rintisan YLAI di Kabupaten Sumba Barat.

Tentu saja, cerita dari lapangan ini menjadi inspirasi bagi YLAI untuk terus berkarya dan berbagi guna meningkatkan minat baca anak-anak di Indonesia. Anak-anak itu bukannya tidak mau membaca akan tetapi terkadang mereka tidak mendapatkan akses terhadap buku-buku yang berkualitas dan juga kegiatan-kegiatan membaca yang mendorong mereka untuk suka membaca. Nah, ini adalah PR kita bersama! YLAI akan terus berkomitmen untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Indonesia.

Salam Literasi!

Penulis: Fourgelina

Comments(0)

Leave a Comment