Selamat Hari Buku Nasional 2018

Home / Kabar Kami / Selamat Hari Buku Nasional 2018

Dalam rangka merayakan Hari Buku Nasional 17 Mei 2018, YLAI ingin berbagi sedikit kesan dan pesan dari seorang penulis dan seorang ilustrator yang karya-karyanya telah menambah semarak dunia buku di Indonesia. YLAI berharap cerita mereka akan dapat menginspirasi banyak penulis, ilustrator, maupun pembaca buku anak untuk terus berkarya demi meningkatkan kualitas buku anak di Indonesia dan akhirnya menumbuhkan minat baca anak-anak Indonesia.

Nyoman Sri Utami

Ibu Utami adalah guru sekolah dasar yang memiliki peranan penting dalam menyusun buku bacaan berjenjang dan buku panduan guru & kegiatan siswa Yayasan Literasi Anak Indonesia. Beliau juga telah menulis tiga judul buku cerita anak bergambar dan saat ini sedang mengembangkan buku besar bersama YLAI.

Sebagai seorang guru kelas pemula, kesehariannya tidak terlepas dari buku cerita anak. Beliau percaya bahwa mengajarkan anak untuk dapat membaca dan menulis haruslah dimulai dengan sesuatu yang menarik, salah satunya adalah dengan membacakan dan memperlihatkan buku-buku cerita anak bergambar yang tentunya sangat diminati oleh siswa pemula. Setiap kali mengajarkan materi ataupun topik baru selalu dimulainya dengan membacakan sebuah cerita. Jadi, buku sangatlah penting dalam mendukung perannya sebagai seorang pendidik.

Berprofesi sebagai seorang pendidik, tingkah laku, keseharian, dan kegembiraan siswanya menjadi ide cerita yang akan ditulisnya. Buku yang ditulisnya sangatlah memperhatikan keperluan dan tingkat kemampuan anak didiknya. Jadi, bagi beliau, profesinya sebagai guru sangat menunjang keberhasilannya dalam menuliskan sebuah cerita yang tepat bagi target pembacanya.

Beliau sangat berharap agar lebih banyak buku bermutu yang diterbitkan sehingga mampu meningkatkan keinginan anak untuk membaca. Pembiasaan sejak dini juga diperlukan agar anak-anak dapat menjadikan buku sebagai sebuah kebutuhan bukan kewajiban untuk membaca.

Fanny Santoso

Fanny, yang juga dikenal dengan nama penanya, Studio Ara, telah mengilustrasi puluhan buku cerita anak bergambar, termasuk beberapa judul buku untuk YLAI. Ia juga bergabung sebagai Book Designer & Lay Out tim YLAI dalam proyek penerbitan buku YLAI bersama Room to Read AccelatorTM Fase 2 Siklus 2. Ia juga menulis dan mengilustrasi sendiri dua judul buku cerita anak bergambarnya. Salah satu karyanya yang berjudul “Sahabat Kecil Putri Pandan Berduri” memenangkan ilustrasi terbaik di Islamic Book Award 2018.  

Fanny mulai menekuni dunia buku anak ketika ia mendapat tugas mata kuliah komik di DKV ITB. Bersama rekannya, ia membuat buku cerita anak seri penemuan: Penemuan Minuman Soda. Kemudian, dosen mata kuliah ini mengajukan tugas para mahasiswanya ke salah satu penerbit di Indonesia dan diterbitkan pertama kali tahun 2007. Lewat proyek ini, ia belajar banyak tentang kompleksnya dunia penerbitan buku anak. Mulai dari proses pengumpulan data di mana informasi yang disampaikan harus benar dan dapat dipercaya. Lalu, data yang kompleks itu dituangkan ke dalam bentuk ilustrasi komik yang disesuaikan dengan target pembaca anak, proses sketsa, pewarnaan serta bimbingan dengan dosen dan pihak penerbit.

Ia berharap agar buku anak di Indonesia tidak dipandang sebelah mata karena banyaknya anggapan bahwa pembuatan buku anak itu mudah. Diperlukan kerja sama yang sinergis antara penerbit dengan ilustrator yang disertai dengan komunikasi yang baik dan rasa saling menghargai untuk menghasilkan buku anak dengan kualitas maksimal. Dengan semakin banyaknya buku anak lokal yang berkualitas, maka akan semakin banyak pula yang tertarik untuk membaca sehingga minat baca anak-anak pun akan meningkat.

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp