2756 Siswa Merasakan Manfaat Perpustakaan Ramah Anak

Home / Kabar Kami / 2756 Siswa Merasakan Manfaat Perpustakaan Ramah Anak

Sudah hampir 18 bulan program Perpustakaan Ramah Anak telah berjalan di 12 sekolah siklus pertama yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung, Bali. Dari awalnya perpustakaan yang hanya dikenal sebagai tempat buku-buku diletakkan dan hanya beberapa kali dikunjungi, kini ruangan-ruangan itu sudah menjadi salah satu tempat favorit bagi para siswa untuk menghabiskan waktu istirahatnya di sekolah.

Banyak hal yang dilakukan oleh pihak sekolah dan komite untuk mewujudkan perpustakaan agar menjadi aktif dan menarik minat siswa untuk datang dan membaca di perpustakaan. Mulai dari menata ruang perpustakaan dan menunjukan perilaku positif yang dilakukan oleh orang dewasa yang berada di perpustakaan. Semua itu dilakukan untuk mewujudkan perpustakaan yang berbeda dari sebelumnya sehingga siswa senang untuk pergi ke perpustakaan, sering berkunjung ke perpustakaan dan menikmati buku-buku yang mereka baca di perpustakaan dan hal tersebut akan mendorong untuk meningkatkan kebiasaan membaca mereka.

Tidak hanya Kepala Sekolah, guru dan pustakawan, namun orang tuapun dilibatkan dalam setiap kegiatan di perpustakaan, seperti halnya yang dilakukan oleh SDN 5 Abiansemal dan SDN 3 Kuta; orang tua siswa tidak hanya meminta anaknya untuk membaca namun, beberapa orang tua yang berkesempatan datang ke sekolah juga mengambil bagian untuk membacakan buku pada siswa yang sedang berkunjung di perpustakaan. Beberapa sekolah lain juga melakukan hal yang sama. Hal ini dilakukan agar siswa menjadi semakin tertarik untuk ke perpustakaan dan untuk menanamkan pada orang tua bahwa keterlibatan mereka dan kegiatan membaca anak-anaknya sangatlah penting. “Membaca itu sangat penting, bukan hanya sekedar bisa membaca namun juga memahami isi bacaan, karena itu anak-anak sangat penting untuk datang ke Perpustakaan” kata salah seorang orang tua siswa yang datang ke perpustakaan SDN 5 Abiansemal setelah membacakan buku untuk siswa yang berkunjung ke perpustakaan.

Hal menarik datang dari SDN 1 Darmasaba. Meningkatnya minat siswa di sekolah ini dapat terlihat pada saat renovasi ruangan kelas beberapa bulan yang lalu. Proses pembelajaran yang mengharuskan mereka meminjam gedung di sekolah lain dan memulai proses pembelajaran pada siang hari tidak membuat minat baca siswa-siswa SDN 1 Darmasaba menurun. Beberapa siswa datang ke perpustakaan saat pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai dan kembali ke sekolah untuk mengikuti proses pembelajaran pada siang harinya. Hal lain yang juga menarik dari sekolah ini adalah kepedulian seluruh komponen sekolah terhadap minat baca siswa; saat tidak ada perpustakaan di sekolah yang mereka pinjam untuk proses pembelajaran sementara yang dilakukan oleh pustakawan adalah membawakan beberapa buku dari perpustakaan sekolah mereka untuk kemudian dibagikan kepada siswa yang ingin membaca buku ataupun meminjam buku. Dukungan dari sekolah seperti ini tentu saja sangat membantu untuk membuat siswa tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan buku yang mereka baca dan kebiasaan membaca mereka tidak berkurang.

Cerita mengembirakan yang lainnya juga datang dari SDN 2 Seminyak. Bapak Adi Santika yang merupakan guru kelas 4 di sekolah ini menuturkan bahwa saat ini siswa sangat tertarik untuk datang ke perpustakaan karena penataan dan pengelolaan perpustakaan yang sangat baik dan menarik. Hal ini membuat siswa kerap datang ke perpustakaan bahkan pada saat diluar jadwal yang telah diberikan untuk mereka agar bisa lebih banyak membaca buku di perpustakaan.

Perpustakaan kini juga memberikan banyak manfaat pada tingkat kesiapan membaca siswa, sebagaimana disambaikan oleh Bapak Adi, beberapa siswa yang belum terlalu lancar membaca terutama di kelas yang beliau bimbing mendapatkan manfaat dari perpustakaan ramah anak ini. Buku-buku baru yang disediakan di perpustakaan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa untuk datang dan membaca di perpustakaan bahkan tidak hanya membaca, siswa juga meminjam buku untuk dipinjam dan dibaca di rumah. Bagi siswa yang belum lancar membaca, ilustrasi yang sangat menarik yang ada disetiap buku mencadi suatu hal yang sangat membantu mereka untuk membaca buku yang mereka pinjam dan membuat mereka tertarik untuk membaca karena merasa dibantu oleh ilustrasi yang ada disetiap buku. Hal ini terjadi kurang lebih selama 6 bulan hingga terlihat perbedaan dari kesiapan siswa dalam membaca. Siswa yang dulunya tidak terlalu lancar membaca menjadi lebih lancar membaca dan hal baik yang lainnyasiswa menjadi terbiasa dan cinta membaca.

Hal yang tidak jauh berbeda juga dirasakan oleh Ibu Desi, salah satu guru dari SDN 3 Sempidi. Beliau merasa belum pernah melihat sebelumnya antusias siswa untuk menunggu jam kunjung pepustakaan tiba. 35 menit ini menjadi mesin yang dapat menarik siswa untuk datang ke perpustakaan dimana siswa dan guru duduk bersama untuk melakukan kegiatan membaca yang interaktif dan dapat mengajak siswa untuk menggali informasi baru bagi mereka dan menemukan kata-kata baru yang akhirnya mereka kenali.

“Perubahan minat baca siswa sangat terlihat setelah adanya Perpustakaan Ramah Anak ini. Pada saat jam bebas (istirahat), siswa menghabiskan banyak waktu di Perpustakaan. Rata-rata, mereka membaca buku di perpustakaan dan meminjam 2 buku setiap minggunya. Siswa yang tidak suka membaca dan tidak mau datang ke perpustakaan kini dengan senang hati datang ke perpustakaan dan membaca buku,” kata Ibu Desi. “Sekarang, perpustakaan bisa mengajak siswa untuk menjelajahi dunia,” tambahnya.

Semoga kedepannya lebih banyak lagi sekolah yang dapat merasakan manfaat dari Perpustakaan Ramah Anak seperti yang telah dialami sendiri oleh beberapa sekolah yang sudah menjalankan program ini. Salam Literasi!

Comments(0)

Leave a Comment

Hallo
Send via WhatsApp